Sabtu, 14 Maret 2026

Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman

 Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus bergerak mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan melalui penutupan lubang jalan (patching), perbaikan struktur jalan, hingga pembenahan sistem drainase di berbagai titik strategis, Sabtu (14/3/2026).


Gubernur Lampung menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Oleh karena itu, berbagai pekerjaan perbaikan dipercepat agar jalan provinsi berada dalam kondisi aman dan nyaman dilalui pemudik.


Salah satu penanganan penting dilakukan pada ruas jalan provinsi Ulusemong – Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Di lokasi tersebut, jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir karena hujan lebat kini tengah ditangani dengan pembangunan jembatan darurat sementara menggunakan pemasangan gorong-gorong armco. 


Penanganan darurat ini dilakukan  agar konektivitas  tetap terjaga dan arus transportasi tidak terputus. Selain itu, Dinas BMBK juga melakukan pekerjaan penutupan lubang jalan pada ruas provinsi Lempasing – Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. Ruas jalan sepanjang sekitar 23 kilometer tersebut menjadi jalur vital penghubung kawasan pesisir dengan Kota Bandar Lampung dan kerap dilalui wisatawan serta masyarakat lokal.



Perbaikan serupa juga dilakukan di ruas Gedong Tataan – Kedondong, Kabupaten Pesawaran, dengan total panjang ruas sekitar 20 kilometer. Pada ruas ini, selain penambalan jalan berlubang, juga dilakukan pembenahan drainase guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.


Sementara itu di Kabupaten Pringsewu, perbaikan jalan dilakukan pada ruas Pringsewu – Pardasuka sepanjang sekitar 18 kilometer, serta ruas Kalirejo – Pringsewu sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Kedua ruas ini merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.


Melalui langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kondisi jalan provinsi semakin mantap sehingga mampu mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Rabu, 11 Maret 2026

Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan

 Bandar Lampung— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri guna menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu di Bumi Ruwa Jurai. 


Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menghadiri acara Silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional yang berlangsung di Hotel Santika, Rabu (11/3/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan. 

"Selama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung," ujar Gubernur. 

Gubernur memaparkan bahwa Lampung memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat. 

"Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha," tegasnya. 

Sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri. 

Gubernur mengapresiasi para pelaku industri tapioka yang telah kooperatif mendukung kebijakan tersebut. Ia meyakini bahwa kunci kebangkitan sektor pertanian adalah keselarasan tiga pilar utama yaitu Dunia Usaha (Industri), Masyarakat (Petani) dan Pemerintah (Regulator). 

Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga memacu produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center. Pusat riset ini diproyeksikan menjadi hub pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri. 

"Kita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi," pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Selasa, 03 Maret 2026

Kualitas Nomor Satu, Gubernur Mirza Percepat Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni

LAMPUNG TENGAH ---- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung perbaikan jalan provinsi ruas Gunung Batin-Daya Murni, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).


Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, terutama menjelang momentum perayaan Lebaran.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa ruas sepanjang 12 kilometer tersebut telah bertahun-tahun mengalami kerusakan.

Tahun sebelumnya telah dilakukan penanganan terbatas, dan pada tahun ini cakupan perbaikan diperluas hingga mendekati akses jalan tol di kawasan Gunung Sugih.

“Ini jalan provinsi yang sudah lama rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini kita tambahkan sampai mendekati jalan tol,” ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Pemprov Lampung saat ini memprioritaskan penanganan sementara guna menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat mudik Lebaran dan setelah periode tersebut, perbaikan akan dilanjutkan dengan penanganan menyeluruh dan lebih permanen.

“Sekarang kita lakukan penanganan sementara sampai Lebaran. Setelah itu, baru dilakukan penanganan secara menyeluruh,” tegasnya.

Terkait teknis pengerjaan, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara fleksibel dengan sistem dua lapis menyesuaikan kondisi kontur tanah.

Ia juga menyoroti pentingnya spesifikasi teknis, khususnya ketebalan lapisan pondasi bawah yang idealnya mencapai 35 sentimeter.

“Tadi kita lihat, perbaikan terakhir sekitar 10 tahun lalu. Speknya masih kurang, lapis bawahnya kurang dari 35 sentimeter,” jelasnya.

Gubernur Mirza memberikan peringatan keras terkait fenomena kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan. 

Berdasarkan laporan di lapangan, jalan provinsi yang secara teknis hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton, setiap harinya justru dilalui oleh ratusan kendaraan pengangkut singkong dengan muatan mencapai 30 hingga 40 ton.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza mengimbau para pelaku usaha dan sektor swasta agar mematuhi ketentuan tonase kendaraan demi menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan.

“Kita ingin kualitas jalan terjaga. Tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena ini untuk masyarakat. Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi itu hanya 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur Mirza menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, termasuk dengan penggunaan konstruksi beton pada titik-titik tertentu guna memperkuat daya tahan terhadap beban berat.

Saat ini, penanganan sementara sedang dikejar untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan saat mudik Lebaran, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penanganan secara menyeluruh dan permanen.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov dalam memperbaiki konektivitas antarwilayah serta mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah dan sekitarnya.(Adpim)

Wagub Jihan Prioritaskan Pembangunan Jalan Jabung–Simpang Maringgai 6,2 Km

LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pembangunan jalan provinsi, pada ruas Jabung–Simpang Maringgai, Kabupaten Lampung Timur sepanjang 6,2 kilometer. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan sekaligus mendukung kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.





Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut, Selasa (3/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum pembangunan dimulai.

“Ruas ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Perbaikannya diharapkan memperlancar  distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Wagub Jihan di sela-sela peninjauan.

Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur jalan merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan yang mantap dinilai dapat menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.



Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, akan melakukan pembangunan ruas Jabung–Simpang Maringgai menggunakan metode rigid beton agar lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Selain itu, sistem drainase akan dibangun untuk mengantisipasi genangan air yang kerap mempercepat kerusakan jalan.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk ruas Jabung–Simpang Maringgai, sepanjang 6,2 kilometer yaitu sekitar Rp.40 miliar. Pekerjaan direncanakan dimulai setelah Lebaran.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran. Ruas-ruas strategis yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat menjadi fokus penanganan.

Pembangunan ruas Jabung–Simpang Maringgai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperkuat akses ekonomi warga di wilayah Lampung Timur dan sekitarnya. (Adpim)




Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Lampung Tengah --- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin - Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).

​Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan, terutama di titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas sepanjang 12 kilometer tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat.

​"Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin - Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol," ujar Gubernur di sela-sela peninjauan.

Gubernur menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan jalan di wilayah tersebut adalah maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyayangkan adanya ketimpangan antara kekuatan jalan dengan beban kendaraan yang melintas.

"Jalan provinsi itu rekan-rekan, maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton," tegasnya.


Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menyebutkan bahwa tim di lapangan sedang melakukan penanganan sementara guna mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang hari raya Idul Fitri. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.

​Gubernur juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan jalan di masa lalu yang dianggap tidak memenuhi standar. Ia menegaskan tidak akan menoleransi pengerjaan yang asal-asalan pada periode kepemimpinannya.

​"Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm," jelas Gubernur Miirza. 

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Hingga saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas berfungsi optimal bagi masyarakat. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Senin, 02 Maret 2026

Rp135 Miliar ,Gubernur Mirza Pastikan Proyek Jalan Rawa Pitu Sudah Direncanakan dan Masuk Tender

TULANG BAWANG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau rencana perbaikan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (3/3/2026).




Ruas jalan yang telah puluhan tahun dinantikan masyarakat itu akan mulai ditangani tahun ini. Pada tahap awal, Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan perbaikan sepanjang 13,5 kilometer khusus di wilayah Rawa Pitu, sebagai bagian dari total panjang ruas sekitar 31 kilometer.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa penanganan jalan ini telah masuk dalam perencanaan Pemerintah Provinsi Lampung sejak 2025. Program tersebut memang diproyeksikan untuk dilaksanakan pada tahun 2026, sebelum adanya perhatian publik yang berkembang belakangan.

“Perencanaan sudah masuk sejak tahun lalu. Sekarang kita percepat pelaksanaannya agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyampaikan, saat ini proyek perbaikan jalan Gedong Aji–Umbul Mesir sudah memasuki proses tender. Pemerintah Provinsi bahkan mendorong percepatan jadwal agar pengerjaan dapat dimulai lebih awal dari rencana semula.


“Sekarang sedang proses tender. Yang tadinya dijadwalkan mulai Mei, kita dorong supaya awal April sudah bisa mulai dikerjakan,” jelasnya.

Rawa Pitu dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung, selain komoditas sawit dan karet. Jalan ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, terutama saat musim panen.

“Kawasan ini penghasil padi dalam jumlah besar. Kalau jalannya tidak layak, biaya angkut naik, harga di petani tertekan. Maka perbaikan jalan ini langsung berdampak pada kesejahteraan,” ujar Gubernur Mirza.

Perbaikan akan dilakukan secara bertahap hingga 2027. Pada tahun ini, sejumlah segmen akan dibangun dengan konstruksi rigid beton, sementara bagian lain yang belum masuk pengerjaan utama akan diperkuat lapisan dasar (base) untuk mencegah kendaraan terperosok saat musim hujan.

“Yang penting konektivitasnya dulu kita pulihkan. Tidak boleh lagi ada kendaraan terjebak lumpur,” tambahnya.

Kehadiran Gubernur Mirza disambut antusias warga. Subari, warga Rawa Pitu, menyebut kondisi jalan selama lebih dari 30 tahun sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama saat hujan dan kemarau.

“Kami sudah lama menunggu. Jalan ini sangat menentukan penghasilan kami. Alhamdulillah sekarang benar-benar mulai dikerjakan,” ujarnya.

Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi sekitar 3.000 penduduk desa dan penghubung utama menuju Kecamatan Penawar Aji.

“Ini bukan tambal sulam. Langsung beton. Kami berharap bisa dilanjutkan sampai tuntas,” kata Gubernur Mirza.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza juga meninjau ruas jalan Sp. Unit VIII–Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru sebagai bagian dari percepatan penanganan infrastruktur jalan provinsi.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya membangun infrastruktur secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan untuk mendukung sentra produksi pertanian dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. (*)



Hostel Rossa Bandar Lampung: Penginapan Hemat dengan Fasilitas Modern di Jantung Kota

 BANDAR LAMPUNG – Bagi para backpacker, wisatawan lokal, maupun pelancong bisnis yang mencari penginapan terjangkau tanpa mengorbankan kenyamanan, Hostel Rossa Bandar Lampung kini menjadi pilihan utama. Terletak strategis di pusat kota Bandar Lampung, hostel ini menawarkan konsep hunian modern, bersih, dan ramah kantong.


Pilihan Kamar & Fasilitas Modern:

  • Tipe Kamar Variatif: Tersedia berbagai pilihan tipe kamar, mulai dari kamar Dormitory (asrama) yang ekonomis untuk para solo traveler, hingga kamar pribadi (Private Room) untuk keluarga atau pasangan yang menginginkan privasi lebih.

  • Kenyamanan Kamar: Seluruh kamar dilengkapi dengan AC ( Air Conditioning ), tempat tidur yang nyaman dengan sprei bersih, selimut, dan bantal. Kamar mandi dalam dengan pancuran air panas (hot shower) dan perlengkapan mandi standar juga tersedia di beberapa tipe kamar.

  • Akses Wi-Fi Gratis: Tamu dapat menikmati akses Wi-Fi berkecepatan tinggi secara gratis di seluruh area hostel, memudahkan untuk tetap terhubung atau bekerja (work from hostel).

  • Area Komunal & Dapur Bersama: Hostel Rossa menyediakan area komunal ( common area ) yang nyaman untuk bersantai, membaca buku, atau berinteraksi dengan sesama traveler. Tersedia juga dapur bersama yang dilengkapi dengan peralatan masak standar bagi tamu yang ingin menyiapkan makanan sendiri.

  • Layanan Tambahan: Resepsionis siap melayani selama 12 jam, layanan kebersihan kamar harian, serta opsi sarapan pagi yang sederhana namun lezat.

Keunggulan Lokasi: Hostel Rossa Bandar Lampung memiliki lokasi yang sangat strategis, hanya berjarak 10-15 menit dari pusat perbelanjaan utama (Tanjung Karang), Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, dan Terminal Bus Rajabasa. Letaknya yang berada di jalan utama memudahkan akses ke berbagai destinasi wisata populer di Bandar Lampung, seperti Pantai Mutun, Lembah Hijau, dan Pusat Kerajinan Tapis Lampung.

Target Pasar: Hostel Rossa Bandar Lampung sangat cocok bagi:

  • ** Solo Traveler & Backpacker:** Menawarkan harga yang sangat kompetitif dan kesempatan untuk bertemu dengan traveler lain dari berbagai penjuru.

  • Rombongan Kecil & Keluarga: Kamar pribadi yang nyaman dapat menjadi pilihan yang ekonomis untuk menginap bersama.

  • Pelancong Bisnis & Mahasiswa: Fasilitas Wi-Fi gratis dan lokasi yang strategis memudahkan akses ke berbagai tempat penting.

Informasi Operasional:

  • Alamat: Jl. Pulau Morotai No.51, Jagabaya III, Kec. Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 30174

  • Jam Resepsionis: 08.00 – 22.00 WIB (Sesuai kebijakan hostel)

  • Sangat Cocok Untuk: Wisatawan yang mencari penginapan hemat, bersih, dan nyaman di Bandar Lampung.