info selampung
Global Media Sosial
Minggu, 12 April 2026
Warga Jabung Segera Nikmati Jalan Mulus, Pemprov Lampung Resmi Mulai Pengerjaan Ruas Strategis Jabung - Labuhan Maringgai Target 97,82%
Kamis, 09 April 2026
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Realisasikan Perbaikan Ruas Jalan Kasui–Air Ringkih di Way Kanan, Percepat Waktu Tempuh dan Konektivitas Antar wilayah dari Muara Dua ke Bandar Lampung
WAY KANAN ---- Penantian panjang masyarakat selama belasan tahun akhirnya mulai terjawab dengan dimulainya pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Awali Pembangunan Way Kanan dengan 3 Paket Perbaikan Jalan
WAY KANAN ---- Pemerintah Provinsi Lampung mulai merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026 sebagai bagian dari program pembangunan menyeluruh yang menyasar peningkatan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perbaikan jalan tersebut ditandai dengan groundbreaking oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (8/4/2026).
Pada tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan pembangunan melalui 7 paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp 172,2 miliar dan panjang penanganan jalan sepanjang 20,20 kilometer yang tersebar di sejumlah ruas strategis di Kabupaten Way Kanan.
Pada tahap awal pelaksanaan, terdapat tiga paket pekerjaan prioritas yang mulai dikerjakan.
Pertama, ruas Kasui–Air Ringkih dengan total penanganan efektif dilakukan sepanjang 5,64 kilometer dengan alokasi anggaran Rp. 53,319 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton.
Kedua, ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah dengan total penanganan efektif sepanjang 1 kilometer dan anggaran Rp7,651 miliar menggunakan jenis penanganan flexible pavement atau aspal.
Ketiga, ruas Tegal Mukti–Tajab dengan penanganan efektif sepanjang 8,937 kilometer dan anggaran sebesar Rp67,017 miliar yang juga menggunakan flexible pavement.
Program ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Way Kanan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Khoiri Mashudi mengapresiasi atas dimulainya pembangunan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ruas Kasui–Air Ringkih memiliki peran yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat Way Kanan.
“Ini adalah urat nadi perekonomian Way Kanan. Harapannya pembangunan dilakukan secara menyeluruh, tidak terputus-putus,” ujarnya.
Khoiri juga mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan jalan di ruas tersebut telah berlangsung sangat lama, bahkan bertahun-tahun tanpa penanganan yang optimal.
Menurutnya, perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya masih bersifat terbatas dan belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Ia menambahkan, mayoritas warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani sawit yang sangat bergantung pada akses jalan untuk mengangkut hasil panen.
“Kalau jalannya bagus, tentu hasil panen bisa lebih cepat sampai dan biaya angkut juga lebih ringan. Ini sangat berpengaruh bagi penghasilan masyarakat,” tambahnya.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan jalan ini harus dilakukan dengan kualitas terbaik, mengingat besarnya harapan masyarakat yang telah menunggu lama.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan, terutama pada sistem drainase agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama.(Adpim)
Senin, 06 April 2026
Warga Transmigran di Tulang Bawang Ucapkan Syukur atas Perbaikan Ruas Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir: Terima Kasih Pak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan Nurlela
TULANG BAWANG ----- Kebahagiaan menyelimuti warga saat pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir resmi dimulai. Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat akhirnya melihat harapan baru atas perbaikan akses utama yang selama ini rusak parah.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan ground breaking pembangunan Jalan Provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang, Senin (6/4/2026). Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin langsung kegiatan tersebut.
Pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer ini dialokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar dengan konstruksi rigid beton.
Ruas jalan ini menjadi akses vital bagi aktivitas pertanian dan perkebunan, seperti sawit, padi, dan karet. Selama sekitar 30 tahun, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan dan belum tersentuh pembangunan signifikan.
Wagub Jihan menyampaikan bahwa pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
Selama 30 tahun, selama jalan ini ada, hari ini kita mulai pembangunannya. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan perekonomian meningkat," ujarnya.
Ia juga mengakui adanya tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, namun menegaskan bahwa proyek ini tetap menjadi prioritas.
"Kami bersama Pak Gubernur menghadapi berbagai tantangan fiskal, termasuk efisiensi anggaran. Namun, pembangunan jalan ini merupakan program prioritas yang alhamdulillah dapat terlaksana," katanya.
Meski dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong percepatan penyelesaian. "Pak Gubernur menginstruksikan agar pekerjaan ini bisa selesai lebih cepat, dengan target September 2026," tambah Jihan.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), UPTD, hingga kontraktor pelaksana, agar menjaga kualitas pekerjaan.
Ia menekankan pentingnya pembangunan jalan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya fungsi drainase dalam menjaga ketahanan jalan.
"Pastikan pekerjaan sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan. Drainase harus berfungsi dengan baik agar jalan tidak cepat rusak. Mari kita gotong royong menjaga infrastruktur ini," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah menjelaskan bahwa total panjang ruas Gedong Aji–Umbul Mesir mencapai 31,5 kilometer, dengan 22,7 kilometer dalam kondisi rusak berat.
Ruas ini fokuskan pada kondisi jalan yang rusak parah yang membahayakan pengguna jalan, serta dapat memperlancar ditribusi hasil pertanian dan perkebunan pada daerah sekitar.
"Tahun 2026 ini kita tangani sepanjang 13 kilometer dan memiliki lebar 8 meter melalui dua paket pekerjaan dengan total anggaran Rp135 miliar. Insyaallah sisanya akan kita selesaikan pada tahun depan," jelasnya.
Ia menambahkan, ruas tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mengingat kawasan Tulang Bawang merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung.
"Jika kondisi jalan baik, ongkos produksi petani, termasuk distribusi gabah, dapat ditekan. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Taufiqullah juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk mempercepat pengerjaan sesuai arahan gubernur.
"Kalau secara target penyelesaian didalam kontrak sampai Desember 2026, namun Pak Gubernur menginstruksikan harus segera lebih cepat September 2026, kita coba kebut mengejar ini," katanya.(*)
Minggu, 05 April 2026
Event Justice Run 2026, Pemprov Lampung Gaungkan Pembangunan Berkeadilan dan Akses Infrastruktur
Bandar Lampung – Lapangan Korpri menjadi tempat diselenggarakannya perhelatan Justice Run 2026, dimana berkumpul ribuan pelari dari berbagai penjuru Lampung mengukuti event tersebut, Minggu (05/04/2026) pagi.
Pemprov Lampung Buka Ruang Kolaborasi, Mahasiswa Didorong Aktif Tentukan Arah Pembangunan
Bandar Lampung --- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dalam segala aspek pembangunan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Stadium General BEM Universitas Lampung (Unila) Periode 2026 yang mengusung tema 'Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045'.=
"Pemerintah Provinsi Lampung sangat ingin berkolaborasi. Kalian berhak menentukan Indonesia Emas itu akan jadi seperti apa," ujar Gubernur.
Kegiatan dirangkaikan dengan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila Periode 2026, ditandai dengan serah terima jabatan dari Presiden BEM 2025, Muhammad Amar Fauzan, kepada Presiden BEM 2026 terpilih, Aditiya Putra Bayu.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan semata kekayaan sumber daya alam. Ia menyebut Provinsi Lampung saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, dengan sekitar 71 persen penduduk berada pada usia produktif.
"Semakin tinggi kualitas SDM, semakin cepat peradaban itu maju. Mahasiswa menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas SDM tersebut," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 akan ditentukan oleh generasi muda saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam memanfaatkan potensi daerah.
Selain itu, Gubernur menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai social control. Ia mendorong mahasiswa untuk berani bersuara apabila kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.
"Jika pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, kalian wajib berbicara dan bersuara. Karena kebijakan hari ini menentukan nasib kalian 20 tahun ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi secara produktif, mengembangkan potensi diri, serta menjaga nilai etika, integritas, dan kebangsaan.
"Jadikan kampus sebagai ruang pembelajaran ke segala arah dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global," ujarnya.
Presiden BEM Unila 2026, Aditiya Putra Bayu, menegaskan bahwa pihaknya akan memposisikan organisasi sebagai mitra kritis pemerintah.
"Kami tidak memposisikan diri sebagai oposisi, tetapi sebagai mitra kritis. Kami siap bersinergi jika kebijakan berpihak kepada rakyat, dan akan mengawal jika sebaliknya," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya pola pikir kritis dan sistematis bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi kehidupan di luar kampus.
"Modal utama adalah kemampuan berpikir kritis dan mencari akar permasalahan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah lulus dari kampus," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
-
TULANG BAWANG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau rencana perbaikan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu,...
-
BANDAR LAMPUNG – Bagi para backpacker , wisatawan lokal, maupun pelancong bisnis yang mencari penginapan terjangkau tanpa mengorbankan ke...
-
Tinjau Ruas Strategis di Jatimulyo, Gubernur Dorong Normalisasi Drainase dan Perbaikan Jalan Lampung Selatan — Pemerintah Provinsi Lampung...








